MENUJU KESEHATAN MENTAL PRIMA



  1. PERILAKU GANGGUAN MENTAL
1.    Terbentuknya perilaku.
Perilaku individu ditentukan oleh cara pandangnya terhadap realita dan dunia.Dengan kata lain,bagaimana seseorang memandang dunia dan memaknainya,itu akan menentukan bagaimana caranya dia akan menanggapinya.Cara pandang terhadap dunia dan realita dapat dikatakan sebagai model.Manusia menghayati dunia dengan model-model yang dibuat dan berperilaku seturut dengan model model tersebut.Lewis & Pucelik mengatakan lebih jauh bahwa,model terbentuk melalui beberapa proses seperti;
“Proses Generalisasi adalah proses pemberian makna terhadap suatu pengalaman baru dengan cara menggunakan pengalaman sebelumnya yang mirip sehingga pengalaman baru dianggap sama.
Proses Penghapusan adalah proses mencegah pengalaman baru masuk ke dalam kesadaran.Pengalaman baru tidak terekam dalam kesadaran atau tidak memiliki arti.
Proses Distorsi adalah proses memanipulasi realitas atau pengalaman sehingga menjadi lebih sesuai dengan model yang dimiliki.Unsur pengalaman yang sesuai dengan model diambil dan diingat begitu juga sebaliknya. “ (Villard,1992).
Dengan demikian teori tersebut dapat divisualisasikan melalui sebuah bagan sebagai berikut:




Perilaku yang mengalami gangguan dan bermasalah,disebabkan oleh satu atau beberapa mekanisme diatas digunakan secara terus menerus sehingga menyebabkan individu kurang bisa melihat realita secara lebih objektif.Pembentukan model-model perilaku yang digunakan oleh individu untuk menjadi acuan perilaku menjadi kurang sempurna dan bersifat terbatas karena pada dasarnya informasi yang digunakan untuk menyusun model tersebut sebelumnya telah mengalami saringan-saringan keterbatasan neurologis,individual dan budaya.Lebih jauh dapat dijelaskan yang dimaksud dengan saringan-saringan tersebut.Definisi keterbatasan neurologis secara sederhana dapat dijabarkan sebagai keterbatasan yang disebabkan oleh ketidakmampuan organ otak beserta sistem sarafnya untuk mengolah semua rangsangan yang dihadapi,sedangkan keterbatasan individual adalah keterbatasan yang disebabkan karena pengalaman yang dimiliki individu hanya beberapa atau tidak seluruhnya bisa diingat,lain halnya dengan keterbatasan budaya dan sosial yang terjadi karena adanya batasan dalam menanggapi pengalaman karena faktor budaya.

2.    Wilayah Kenyamanan
            Model atau cara pandang terhadap dunia yang kita miliki kemudian dikenal sebagai sistem nilai yang membimbing cara hidup kita.Sistem nilai tersebut mempengaruhi sikap kita terhadap segala sesuatu yang menyekitari ,seperti sikap terhadap cinta uang,kekuasaan,keberhasilan,dan lain-lain.Model atau cara pandang itu menjadi semacam wilayah kenyamanan,sehingga segala sesuatu yang berada di luar wilayah tersebut membuat kita bersikap negatif terhadapnya dan mendorong kita untuk kembali ke wilayah kenyamanan.
            Wilayah kenyamanan yang tidak lain adalah model atau cara pandang terhadap dunia ini dibentuk dari dan oleh sekitar serta merupakan warisan dari masa lalu yang panjang karena melibatkan unsur-unsur budaya (Powell & Powell,1991.



            Berdasarkan konsep wilayah kenyamanan tersebut ,kita lalu bisa memahami mengapa orang bisa bersikap berbeda terhadap hal yang sama.Untuk dapat berkembang menjadi matang ,mengaktualkan potensi yang dimiliki serta menjadi sehat secara mental kita perlu menyadari wilayah kenyamanan yang kita miliki,kemudian berusaha memperluas wilayah tersebut terutama pada wilayah yang negatif ,sehingga kita bisa tetap merasa nyaman bila melakukan atau bersikappositif terhadap suatu hal.
  1. KONSELING DAN PSIKOTERAPI
1.    Pergeseran Cara Pandang terhadap Konseling dan Psikoterapi
Secara teori,tidak ada batasan sejauh mana derajad kesehatan,baik mental  maupun fisik dapat dicapai.Banyak yang sudah puas bila tidak ada gejala-gejala yang menunjukan gangguan baik berupa gejala ketubuhan maupun mental.Ini yang menjadi kriteria kesehatan (mental) umum.Namun beberapa orang tidak puas hanya sampai derajad kesehatan yang semacam itu.Mereka mencoba menggali dan mendalami untuk mencapai derajad kesehatan yang di luar batas manusia pada umumnya.Sering kali itu tampak dalam gejala sembuhnya seseorang dari penyakit fisik secara ajaib atau dalam bentuk munculnya potensi-potensi yang selama ini tidak terpikirkan,seperti kemampuan untuk bersikap bijak dan bahagia meskipun situasi yang dihadapi mendorong untuk bertingkah emosional dan tak terkendali.
Gerakan untuk mencapai derajad kesehatan yang optimal inilah yang saat ini sedang muncul,tumbuh dan berkembang dimana-mana,terutama di kota-kota besar.Mula mula pesertanya yang tertarik untuk mempelajari teknik yang bisa digunakan untuk mengatasi stres dalam pekerjaan ,rumah tangga,atau persoalan kehidupan lainnya.Ada banyak cara untuk mendapatkan derajad kesehatan yang semakin memuaskan,sejalan dengan semakin teraktualnya potensi dalam diri yang belum tergali sebelumnya.Konseling dan psikoterapi merupakan alah satu cara untuk semakin mengenal dan keunikan diri .Berbeda dengan pandangan tradisional bahwa konseling dan psikoterapi digunakan untuk mereka yang merasa bermasalah atau mengalami gangguan ,sekarang ini konseling dan psikoterapi banyak digunakan untuk orang-orang yang menginginkan pemahaman dan pengenalan diri lebih dalam lagi.Hasilnya merek akan menemukan mutiara lain dalam diri mereka yang selama ini mungkin tidak di sadari.

            Ada beberapa teknk lainya selain konseling dan psikoterapi tradisonal yang bisa digunakan untuk membantu memperoleh derajad kesehatan (mental)yang semakin tinggi.Teknik itu misalnya menuliskan pengalaman yang menimbulkan emosi,hipnoterapi,meditasi atau kontemplasi.art therapy seperti Play back theatre dan inner healing.
Pengertian Konseling dan Psikoterapi
Kerapsekali pengertian konseling dan psikoterapi dicampuradukan.Orang awam melihat kedua istilah terebut sebagai hal sama.Memang atar konseling dan psikoterapi dipahami sebagai usaha untuk memberikan bantuan psikologis kepada orang yang memiliki permasalahan psikologis.Berangkat dari akar katanya psikoterapi(psike=jiwa/mental dan terapi=penyembuhan)dapat diartikan sebagai penyembuhan jiwa atau penyembuhan mental,
            Sedangkan menurut para ahli,konseling dan psikoterapi memiliki berbagai macam arti,seperti yang dikemukakan oleh beberapa ahli berikut:
Menurut Corsini (1989),konseling dan psikoterapi tidak berbeda secara kualitatif,tetapi pada tingkat kuantitatifnya.
Menurut Corey (1988), konseling merupakan proses dimana klien diberi kesempatan untuk mengeksplorasi diri yang dapat berpengaruh terhadap tingkatan kesadaran dan kemungkinan memilih.
Menurut Prawitasari(2002),konseling lebih sebagai pemecahan masalah yang disediakan oleh konselor(dominan pada tatanan kognitif),sedangkan psikoterapi lebih sebagai proses koreksi pengalaman emosi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkembangan Proses Kognitif